Jumat, 05 Oktober 2007

Desain Style Web 2.0 dengan Macromedia Fireworks 8

Buka Fireworks 8, kalo tidak punya silahkan pakai versi terdahulu FW

MX.

- Buat dokumen baru

- Pada panel vektor (Sebelah kiri) klik Rectangle Tool (Key U)

- Klik segitiga hitam kecil disebelah kanan bawah pada icon rectangkle

tersebut. Akan muncul menu baru.

- Pilih Rounded Rectangle

- Buatlah kotak sesuai dengan selera Anda. Yg saya bikin berukuran 500

x 400 px dengan warna hitam

- klik dan tarik keluar kotak unutnk mengubah tingkat nilai sudutnya

sehinggal lebih runcing



- setelah jadi, tekan CTRL + C atau ikon copy di menu atas.

- Masih di panel vector, sekarang pilih Ellipse Tool.

- Buatlah lingkaran elips dengan ukuran 988 x 392 px pada posisi x=154

dan y= 420. Agar mudah masukkan saja nilai ukuran ini pada panel

properties di sebelah kiri bawah. Warnanya terserah Anda.

- Sekarang pilih kedua objek tersebut (Ctrl + A)



- Pada menu atas, pilih tab Modify - COmbine Paths - Punch

- Anda akan memperoleh objek baru seperti di bawah ini.



- Sekarang tekan CTRL + V untuk mempaste kotak yg tadi Anda telah

bikin.

- Pilih kotakmya dan tekan CTRL + SHIFT + DOWN atau Klik kanan pada

objek, pilih menu Arrange - Send to Back

- Sekarang pilih objek kedua (Layer paling atas) dan ubah warnanya

menjadi #333333



- Kemudian pilih kembali kota yg pertama kali Anda bikin. Copy dan

Paste. Pilih hasil pastenya trus tekan CTRL + SHIFT + Up untuk

menjadikannya layer terdepan.

- Ubah warnanya menjadi putih. Kemudian kecilkan ukurannya dgn

menngunakan fasilitas numeric transform ( CTRL + SHIFT + T). Masukkan

skala 95.

- Pilih kotak tersebut, pada menu di atas klik pilih tab Commands -

Creative - Fade Image. Dan pilih opsi sesuai gambar di bawah



- Pilih lingkaran hitam di atas dan tarik ke atas sampai area

transfarannya semakin berkurang.

- Hasilnya seperti di bawah ini



- Sekarang pilih kotak hitam (Layer Paling belakang). Pada panel

properties. Klik dan ubah solid menjadi Gradient - Linear. Sehingga nampak seperti gambar di bawah ini



- Ubah posisi arah gradientnya dengan mengklik ujung garis hitam sehingga membentuk efek gradasi seperti gambar di bawah ini





Sekarang masukkan tulisan atau icon yang Anda inginkan (Saya memakai icon rss) dan lakukan modifikasi warna sesuai dengan selera Anda (Saya memakai warna merah) Very Happy




Author :
daengmaster | forum.makassarterkini.com

Selasa, 24 Juli 2007

Tip Membuat Foto Lebih Berdimensi

Kadang kita menginginkan suatu foto yang kuat obyeknya, dengan latar-belakang yang mendukung tampilan obyek tersebut. Untuk membuat foto agar lebih berdimensi dapat dilakukan langkah berikut ini :
  • Buka Foto yang ingin Anda buat lebih berdimensi. Gambar 1
  • Kemudian buat layer masking Gradient Maps hitam putih. Lalu tekan OK, dan ganti mode blending option dengan Multiply dan kurangi opacity sesuai keinginan Anda.

Gambar 2

Gambar 3

  • Anda akan melihat hasilnya seperti berikut ini. Gambar 4
  • Buatlah kembali layer Gradient Maps dengan mode blending Normal, tetapi opacity dikurangi sampai 72 %. Gambar 5
  • Kemudian aktifkan layer Gradient Maps pertama, dan gunakan tools Brush warna hitam. Warnai atau gosokkan pada area yang Anda rasa terlalu gelap. Gambar 6
  • Selanjutnya lakukan penyalinan atau duplicate foto asli, yang secara default dinamai background. Foto salinan itulah yang nantinya akan digunakan untuk dodge dan burn, sehingga gelap-terangnya akan lebih mantap. Gambar 7
  • Kemudian pada layer Gradient Maps kedua, klik tool Brush warna hitam dan gosok pada area yang Anda rasa perlu dibuat terang, seperti obyek orang dan area2 lainnya. Gambar 8
  • Lalu tekan CTRL+SHIFT+N, dan ganti mode ke OVERLAY lalu centang Fill with Overlay-neutral color (50% gray). Gambar 9
  • Anda akan melihat pada Layer Pallete tampil hasil seperti berikut ini. Gambar 10
  • Pada dasarnya sifat layer ini mirip dengan burn & dodge, tetapi akan membawa hasil yang berbeda.� Pada layer overlay tersebut, gunakan brush warna putih sampai 50% untuk menerangkan bagian yang Anda rasa terlalu gelap. Lalu gunakan brush warna 50% hitam sampai ke hitam pekat untuk menggelapkan bagian yang Anda rasa terlalu terang. Pada tahapan ini kesan 3D akan nampak dari perpaduan gelap terang yang sesuai. Gambar 11
  • Kemudian klik Color Balance, atur sesuai keinginan dan efek yang Anda inginkan. Anda dapat mengatur tone-nya apakah bernuansa biru, merah, atau hijau.

Gambar 12

Gambar 13

Gambar 14

  • Kemudian klik layer adjustment dan pilih Selective Color lalu atur seperti pada gambar di bawah. Gambar 15
  • Anda akan melihat hasil akhir berupa foto yang lebih menarik dan memiliki dimensi. Gambar 16
  • Setelah dari sini lakukan masking curve dan klik Layer > New > Layer. Ganti mode overlay, lalu klik bagian yang dilingkari merah tersebut. Gambar 17
  • Layernya akan terlihat seperti di bawah ini. Gambar 18
  • Lakukan Burning dan Dodging di layer baru tersebut.
  • Setelah merasa pas, lakukan flatten (Layer > Flatten Image). Lakukan langkah ini beberapa kali hingga terlihat jelas perbedaan gelap terangnya. Setelah mendapatkan file dari hasil Save for Web, buka lagi filenya di Photoshop, lakukan komparasi dengan file sebelum Saving, kemudian lakukan Hue/Saturation seperti di bawah. Gambar 19
  • Setelah selesai, lakukan penyimpanan dengan klik menu File > Save for web.

Ditulis oleh : Asdani Kindarto » Tutorial Desain Grafis

Minggu, 08 April 2007

Flash dan Power Point

Artikel ini akan membahas apa itu Flash dan apa itu PowerPoint, termasuk bagaimana kita dapat membuat animasi sederhana dengan kedua software tersebut.


DOWNLOAD ARTIKEL LENGKAP (PDF):
  1. Flash dan Power Point
Author: Efendy Chang | ilmukomputer.com

Senin, 05 Maret 2007

3 TEKNIK MEN DESIGN TAMPILAN WEB

Sebagai web desainer, tentunya Anda harus tahu dahulu teknik-teknik dasar dalam mendesain suatu website. Berbagai macam desain website yang tentunya menarik, cantik, apik dan lain sebagainya dibuat berdasarkan 3 (tiga) teori dibawah ini yaitu:

- Teknik disain es (ice design technic)
- Teknik disain air (water design technic)
- Teknik disain jelly (jelly design technic)


Teknik desain es

Dari namanya "es" berarti adalah suatu zat beku yang solid dan telah dibentuk sesuai dengan keinginan pembuatnya. Dalam dunia web, ini berarti desain tampilan homepage atau website Anda sifatnya adalah fixed sized. Artinya adalah ukuran elemen-elemen webnya telah ditetapkan oleh web desainernya. Contoh:

Di atas adalah contoh suatu tag TABLE (untuk pembuatan tabel) yang sudah di-set fix lebarnya sebesar 770 pixel. Penggunaan satuan pixel menyebabkan tampilan tabel akan menjadi "mati" atau bersifat tidak proporsional, pada hal ini ada beberapa kekurangan yaitu:

- Jika sesuai pada contoh di atas lebar tabel adalah 770 pixel dan resolusi yang digunakan browser adalah 640x480, maka akan terjadi scrolling pada browser. Ini tentu saja akan mengganggu navigasi dan tampilan.
- Dengan lebar 770 pixel berarti tampilan akan terlihat rapi bila browser menggunakan minimal resolusi 800x600.
- Kadang harus disesuaikan dahulu dengan content yang ada dalam web agar terlihat lebih rapi.

Kelebihan teknik ini adalah:

- Cara ini mudah diterapkan, karena tidak perlu membandingkan antara desain dan tampilan, jadi tidak perlu bolak-balik mengetest hasilnya antara HTML editor dan browser.


Teknik desain air

Ibaratnya suatu zat cair akan berubah bentuk sesuai dengan wadahnya. Dalam web ini berarti desain website Anda akan bersifat fleksibel sekali. Contoh teknik ini adalah ditandai dengan penggunaan angka persentase pada sebagian elemen tag website Anda.

Contoh:

Contoh di atas adalah contoh tag TABLE (dalam pembuatan tabel) yang akan mengalokasikan lebar tabel sebesar 70% dari lebar browser yang digunakan saat itu.

Hal tersebut juga mengandung kelebihan dan kekurangan yaitu:

Kekurangan:

- Anda akan menemui kesulitan dalam proses bolak-balik mengetest hasilnya antara HTML editor dan browser. Hal ini disebabkan Anda harus mencoba range persentase dan tampilan browser dan resolusi layar.

Kelebihan:
- Hasil desain website akan terlihat bagus walau Anda menggunakan resolusi layar berapapun. Ini disebabkan kemudahan dan fleksibilitas teknik air. Tentu saja ini juga harus disesuaikan dengan jenis content dari website Anda.


Teknik desain jelly

Teknik ini adalah gabungan dari kedua teknik diatas, air dan es. Jelly adalah sebuah substansi yang tidak bisa dibilang cair atau dibilang padat. Jika Anda pernah menemui produk makanan jelly ini dipasaran Anda akan melihat bahwa jelly ini kelihatan unik sekali baik bentuk ataupun rasa.

Contoh:

##

##

Pada contoh di atas adalah suatu tag TABLE (untuk pembuatan suatu tabel) dimana tag TABLE ini memiliki beberapa elemen yaitu WIDTH (untuk mengatur lebar tabel) dan HEIGHT (untuk mengatur tinggi tabel). Pada contoh di atas diberi contoh pada saat pengaturan elemen WIDTH digunakan fixed size sebesar 770 pixel tetapi untuk elemen HEIGHT nya di set proporsional yaitu sebesar 100% dari tinggi browser saat itu.

Untuk teknik jelly Anda harus butuh tenaga ekstra karena kelebihan dikedua teknik di atas digabung menjadi satu dan kelemahannya juga digabung tetapi hasilnya akan luar biasa sekali bagusnya.

Demikianlah tulisan sederhana mengenai tiga macam jenis website berdasarkan dari sifat desain elemen-elemen webnya. Semoga bermanfaat bagi Anda semua.

Terima kasih

Author : indoglobalweb.com

Senin, 12 Februari 2007

Register Peta di Map Info Professional

Segala bentuk aktivitas manusia pasti akan melibatkan dan memasukkan ukuran geofrafis. Mulai dari orang yang ingin membuka restoran, seorang ahli geologi yang akan mencari emas, seorang broker saham yang sedang mencari pasar untuk mendapatkan kesempatan investasi, atau seorang engineer telekomunikasi yang ingin meletakkan sental, BTS, atau jaringan kabel,….dimana, kapan, dan bagaimana?.

Tentunya kita harus mengetahui lingkungan disekitar kita, seperti komunitas alamiah suatu tempat, akan tetapi ketika kita menambah skala pandangan kita manjadi local, nasional, atau scope internasional maka kemampuan kita sangatlah kurang.

Geographi Information System sebenarnya adalah akronim dari :

1. Geografi
Istilah ini digunakan karena GIS dibangun secara mendasar dari ‘geografi’ atau ‘spasial’. Object ini mengarah kepada spesifikasi lokasi dalam suatu space. Objek bisa berupa fisik, budaya atau ekonomi alamiah. Penampakan tersebut ditampilkan pada suatu peta untuk memberikan gambaran yang representatif dari spasial suatu object sesuai dengan kenyataannya di bumi. Simbol, warna dan gaya garis digunakan untuk mewakili setiap spasial yang berbeda pada peta dua dimensional.

Saat ini teknologi komputer telah mampu membantu proses pemetaan melalui pengembangan dari automated cartography (pembuatan peta) dan Computer Aided Design (CAD).

2. Informasi
Informasi berasal dari pengolahan sejumlah data. Dalam GIS informasi memiliki volume terbesar. Setiap object geografi memiliki setting data tersendiri karena tidak sepenuhnya data yang ada dapat terwakili dalam peta. Jadi semua data harus di asosiasikan dengan objek spasial yang dapat membuat peta manjadi intelligent. Ketika data-data tersebut diasosiasikan dengan permukaan geografi yang representatif maka data-data tersebut mampu memberikan informasi dengan hanya meng-klik mouse pada objek. Namun ingat bahwa semua informasi adalah data tapi tidak semua data merupakan informasi.


3. Sistem
Pengertian suatu sistem adalah kumpulan elemen-elemen yang saling berintegrasi dan berinterdependensi dalam lingkungan yang dinamis untuk mencapai tujuan tertentu. Istilah ini digunakan untuk mewakili pendekatan sistem yang digunakan dalam GIS,,,,,, dengan lingkungan yang compleks dan komponen yang terpisah-pisah maka sistem digunakan untuk mempermudah pemahaman dan penanganan yang terintegrasi. Teknologi komputer sangat dibutuhkan untuk pendekatan ini jadi hampir semua sistem informasinya bedasarkan pada komputer.

Jadi Geographi Information System (GIS) merupakan komputer yang berbasiskan pada sistem informasi yang digunakan untuk memberikan bentuk digital dan analisa terhadap permukaan geografi bumi.

Saat ini sudah banyak software-software yang dapat digunakan untuk membangun sebuah GIS salah satunya adalah MapInfo Prossional. MapInfo Professional dikembangkan oleh MapInfo Corp sejak tahun 1986 dan software ini menjadi salah satu standard software bagi pengembang karena harga relatif murah, tampilannya interaktif, user friendly dan dapat dicustomized dengan bahasa skrip MapBasic. Disini saya tidak menjelaskan mengenai Mapbasic tapi lebih kepada bagaimana cara melakukan registrasi peta yang diperoleh dari Citra Raster (Tipe Gambar) ke sistem koordinat.


REGISTRASI PETA

Citra Raster merupakan tipe gambar yang dikomputerisasi yang terdiri dari baris-baris titik (pixel). Ada beberapa format file citra raster yang dapat dibaca oleh MapInfo yaitu :

  • namafile.GIF (Graphic Interchange Format)
  • namafile.JPG (format JPEG)
  • namafile.TIF (Tagged Image File Format)
  • namafile.PCX (PC Paintbrush)
  • namafile.TGA (Targa)
  • namafile.BIL (SPOT Satlittes Images)
Author: dennycharter | ilmukomputer.com